Otomotif

Ferrari F355 Spider Eks Shaquille O’Neal Dilelang, Penawaran Paling Akhir 48.500 USD Atau Rp 687 jutaan

Ferrari F355 Spider Eks Shaquille O’Neal Dilelang, Penawaran Paling Akhir 48.500 USD Atau Rp 687 jutaan

Ferrari F355 Spider Eks Shaquille O’Neal Dilelang, Penawaran Paling Akhir 48.500 USD Atau Rp 687 jutaan

Bagi sebagian, ketika sudah tersedia satu barang disuka, sesuai atau tidak untuk dipakai bukan jadi masalah. Seperti Ferrari F355 Spider lansiran 1998 yang pernah jadi koleksi mantan atlet NBA, Shaquille O’Neal. Boleh jadi tidak muat bagi manusia setinggi 2,16 meter tapi tersedia jalan modifikasi agar bisa disesuaikan.

F355 mengerti dipastikan nampak imut bagi orang sejangkung Shaq. Apalagi sebuah mobil sport tentu berpostur rendah. Sebagai gambaran, dimensi F355 Spider dicatatkan selama 4.250 mm, lebar 1.900 mm dan tinggi 1.170 mm – bak karpet tidak tipis didalam rasionya berbanding tubuh sang “Superman”. Yep, atapnya yang terbuka mungkin sebuah solusi untuk bisa dimiliki Shaq. Headroom sebenarnya jadi tak terbatas tapi ternyata itu semua belum cukup.

Lantaran kabin masih sempit, konstruksi atap convertible senang tidak senang wajib dilengserkan selamanya. Segala mekanisme pelipatan pun dicabut dari dudukan agar posisi bangku bisa mundur lebih jauh. Tak cuma itu, tangki bensin turut dipindah ke area bagasi depan. Sebagai penyelaras desain, dua punuk tonneau cover dipasang agar meramaikan kekosongan ruang.

Gaya khusus dituangkan ke Ferrari Spider berkelir Argento Nürburgring itu. Tampil kalem bersama dengan pelek silver Giovanna Luxury berdiameter 19 inci dibalut ban performa Pirelli P Zero. Di baliknya tertanam kaliper rem Brembo silver enam piston di depan dan empat di belakang. Menjadi pasangan dari piringan cross-drilled di keempat roda.

Dalam kabin, joknya sudah diganti bersama dengan komponen aftermarket. Dapat dilihat siapa superhero favorit Shaq melalui jahitan lambang di bucket seat hitam-silver. Bangkunya lantas dipasang sabuk pengaman persaingan Black Ractive menjuntai dari lubang sandaran. Sound system turut mendapat sentuhan meliputi driver Alpine dan tweeter di tonneau cover belakang tersebut door panel. Termasuk pula mengfungsikan head unit Alpine memuat konektivitas Bluetooth.

Hal menarik terdapat di balik setir empat palang. Adalah bacaan odometer 7.400 mil atau kurang lebih 11.900 km. kecuali dirata-rata, cuma dipakai 540 km didalam setahun selama masa hidupnya. Semakin tingkatkan nilai istimewa gara-gara jarang dipakai meski tidak seluruhnya orisinal. Well, waktu ini Ferrari yang sempat isikan garasi Shaq tengah menjalani sistem lelang di Bring-a-Trailer. Tinggal dua hari ulang dan penawaran paling akhir berada di titik 48.500 USD atau kurang lebih Rp 687 jutaan. Sangat sesuai kecuali sebenarnya berpostur tinggi atau pengagum berat sang mantan pebasket profesional Amerika itu.

Pun Ferrari F355 Spider tergolong memadai spesial. Boleh disebut sebagai penyambung darah eksotis Kuda Jingkrak V8 mid-engine klasik bersama dengan modern. Ia masih miliki karisma dari sang leluhur 308 bersama dengan beraneka penyempurnaan teknologi. Dilahirkan sama sebelum rencana beralih drastis ke 360 Modena. Bisa dilihat elemen nostalgia didalam evolusi pahatan membulat. Meliputi pop-up headlight, emblem Scuderia di fender depan, saluran hawa di samping sampai grille kasa di buritan isikan basic empat lampu lingkaran.

Unit V8 twin overhead camshaft berkapasitas 3,5 liter duduk sama di belakang pengemudi. Saat masih baru diklaim bisa melontarkan tenaga sampai 380 hp bersama dengan torsi puncak 363 Nm. Yang membuatnya makin menarik, Ferrari jadi pionir didalam otomatisasi girboks manual untuk road car. Merupakan mobil jalan raya pertama bersama dengan paddle shift untuk melakukan pindahan gigi transaxle enam percepatan.

Pernah Menjadi Barang Sitaan
Memang, Kuda Jingkrak berkelir silver ini didalam sejarahnya sempat dimiliki Shaquille O’Neal – bukan merupakan pemilik terakhir. Melansir Detroit News (12/01/2017), sports car itu isikan garasi waktu masih berhimpun bersama dengan LA Lakers kurang lebih 1996-2004. Lalu di satu titik, juru lelang asal Indiana, Dean Kruse dan rekan membeli sebagai bagian investasi.

Dean Kruse lantas mendonasikan sang Ferrari ke Museum Packard di Dayton, Ohio, AS terhadap 2007. Singkat cerita, Robert Signom sebagai kurator dan founder museum berkenalan bersama dengan Romel Casab. Casab mengerti keberadaan Ferrari eks O’Neal dan berniat membeli bersama dengan membayar deposit 15 ribu USD – bertujuan untuk dicoba lebih pernah selama sebulan terhadap 2011. Alih-alih terbayar lunas, yang tersedia berakhir jadi barang sitaan gara-gara Casab tersandung masalah narkoba.

Kepemilikannya lantas diperjuangkan Signom selama kurang lebih setahun. Harus berupaya memperlihatkan kepada pengadilan bahwa Ferrari V8 beratap Spider itu merupakan aset museum. Akhir cerita, museum berhak atas kepemilikan asal membayar penalti 15 ribu USD di 2012. Setahun lantas sang Kuda Jingkrak dilepaskan ke pasaran melalui Significant Cars. Tidak tersedia teliti siapa penguasanya sesudah itu, yang mengerti kini siap dilepaskan via lelang di Bring-a-Trailer.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *