Otomotif

Top 10 Berita Motor Sepanjang Februari 2021

Top 10 Berita Motor Sepanjang Februari 2021

Top 10 Berita Motor Sepanjang Februari 2021

Sepanjang Februari 2021, banyak berita seputar roda dua yang benar-benar menarik. Peluncuran product baru, teknologi jaman mendatang sampai aksesories untuk motor. Kejutan paling besar datang dari Astra Honda Motor (AHM). Pabrikan berlogo sayap kepak melepaskan banyak product anyar untuk selama Februari 2021. Sementara product baru terhitung datang dari Royal Enfield. Berikut kita rangkum 10 berita motor paling menarik selama Februari 2021.
Pasang Bola
Aksesori Resmi Yamaha XSR155
Yamaha Indonesia melepaskan aksesories formal membuat XSR155. Sebagai upaya untuk menggaet lebih banyak peminat. Pelengkap jenis dan penampilan berkendara di tawarkan di dalam tiga tema: Sport Haritage, Cafe racer dan Tracker. Lebih terjamin lantaran formal dirilis langsung oleh Yamaha. Harga komponen yang di tawarkan merasa dari Rp 46 ribu sampai Rp 1,9 juta. Masing-masing style punyai ciri khas tersendiri dan tentu saja dapat mendukung penampilan XSR155.

Untuk style Sport Heritage terhitung tersedia 13 peranti. Ada fly screen smoke (Rp 462 ribu), Side cover silver (Rp 450 ribu), Fuel cap sand grains (Rp 155 ribu), Tank pad sand grains (Rp 175 ribu), Eng grip set black (Rp 185 ribu), License plate holder (Rp 950 ribu), Side skit plate silver (Rp 460 ribu), pelindung radiator warna hitam (Rp 605 ribu), radiator side cover (Rp 220 ribu), cap reservoir black (Rp 155 ribu), cap reservoir rear black Rp 130 ribu), holder handle upper cap black (Rp 430 ribu) dan plug oil black (Rp 120 ribu).

Jika costumer mendambakan penampilan XSR155 jadi Cafe Racer, pabrikan terhitung menyediakan pilihan aksesories tambahan. Paling utamanya komponen penutup lampu (headlamp Cowl) dijual Rp 1,980 juta. Ditawarkan terpisah bersama dudukannya atau Headlight Cowl Stay set, harganya Rp 330 ribu. Ada ulang Cafe racer handle bar set Rp 1,350 juta. Dijual terpisah bersama raisernya atau Lower Handle Bar Holder yang dijajakan Rp 430 ribu. Lalu tersedia sepasang tankpad protection dilego Rp 370 ribu, Satu set jok bersama jahitan corak klasik Rp 1,3 juta, License plate holder seharga Rp 950 ribu.

Sementara jenis tracker di tawarkan satu paket bersama harga Rp 4,537 juta. Bisa terhitung dibeli secara terpisah. Pilihannya tersedia sepasang side no plat Rp 715 ribu, fly screen black Rp 462 ribu, skid plat berbahan stamping alumunium Rp 1,260 juta, headlight cover lengkap bersama logo XSR Rp Rp 600 ribu, dan short front fender Rp 1,5 juta. Pengguna XSR155 terhitung dapat manfaatkan ban CST seri MT (dual purpose) untuk mendukung kenyamanan berkendara. Ban trail-riding ini tawarkan kekuatan cengkram baik di berbagai situasi jalan. Keunggulan polanya inovatif dan serbaguna, sesuai untuk medan light off-road dan memadai mumpuni di jalur basah, dikarenakan tapak ban punyai penyebaran air yang baik.

Dengan itu, makin lama banyak ragam aksesories untuk costumer tampil jenis dan berbeda. Bisa diboyong langsung sepaket tiap style atau beli terpisah sesuai kebutuhan dan bujet.

Kawasaki Kembangkan Girboks Semi Otomatis Elektronik
Teknologi terus dikembangkan oleh tiap manufaktur. Seperti Kawasaki, yang dikabarkan sedang mengembangkan teknologi transmisi semi otomatis anyar. Kabar itu terungkap dari sketsa yang dimasukkan untuk meraih paten. Sebuah urutan transmisi baru secara detil dipaparkan. Hingga komponen-komponen terkecil. Menariknya, tak tersedia perangkat keras seperti as atau sejenisnya. Semua dioperasikan melalui pesan elektronik. Alias mengandalkan sensor.

Jika dibandingkan, apa yang disiapkan Kawasaki beda keseluruhan bersama DCT milik Honda. Memindahkan posisi gear dari sentuhan tombol rasanya bukan selera semua orang. Ada naluri roda dua yang hilang. Proses transisi gigi sekadar dimainkan jemari. Malah dapat didiamkan kala masuk mode Drive.

Kawasaki nampaknya tahu betul, pengendara motor besar masih menginginkan rasa berkendara selayaknya motor konvensional. Namun bersama pertolongan teknologi canggih. Maka dari itu perseneling dengan sebutan lain tuas gigi masih tersedia di segi kiri. Bedanya, semua itu mengandalkan komputasi rumit.

Tidak tersedia pertalian fisik antara shifter bersama girboks. Sepenuhnya dikuasai komponen elektronik, disebut shift-by-wire. Tentunya adrenalin dapat lebih terpacu kala masuk mode manual memindahkan melalui pedal, biarpun tanpa tuas kopling di tangan. Masih merasa nyata. Dan pas hendak berkendara santai, tinggal pindahkan ke mode otomatis. Prinsip yang sejatinya serupa bersama DCT Honda.

Kelebihan dapat didapat kecuali nanti diaplikasikan, handling motor dapat lebih optimal. Terutama untuk style adventure dan cruiser. Tanpa wajib sulit mengatur banyak komponen, pengendara dapat fokus terhadap genggaman stang, sekaligus bermanuver. Secara seiring intuisi terhadap style ganti gigi konvensional masih dapat dirasakan.

Memang ini tak dapat jadi pekerjaan mudah bagi Kawasaki. Lantaran perlu effort lebih membuat menyelaraskan gerakan tuas dan realitasnya di di dalam girboks. Momentumnya tak boleh telat, pas tak tersedia sentuhan fisik serupa sekali. Tapi keuntungan dari style begini, posisi shifter dapat ditempatkan leluasa. Di manapun para desainernya mau. Sehingga posisi duduk dapat diset paling ergonomis tanpa wajib mengacu letak mesin dan transmisi.

Rumor Yamaha X-Ride Bermesin Lebih Besar Pesaing Honda ADV150
Skutik bergaya adventure memang punyai pasarnya tersendiri. Sejauh ini, tersedia Honda ADV150 yang paling bersinar untuk kelas 150 cc. Yamaha memang punyai X-Ride, tapi dirasa kurang merepresentasikan jenis adventure. Hingga keluar rumor Yamaha X-Ride dapat lahir bersama mesin 150 cc untuk menjegal Honda ADV150.

Info terakhir kita lansir dari tidak benar satu tempat Thailand. Diberitakan kecuali pangsa pasar ADV150 direspons positif konsumen. Seketika menjadikan rancangan skuter adventure memadai panas. Tentunya tak mungkin potensi itu disia-siakan, diserahkan begitu saja porsi kuenya ke satu merek. Rival terdekat, Yamaha, selayaknya melirik ini. Begitu pula di Tanah Air. Meski dapat jadi tak semenakjubkan di negeri gajah putih, eksistensinya memadai disambut baik. Dari sudut pandang bisnis, memadai meyakinkan.

Platform X-Ride terbilang memadai relevan, sedari dulu udah mengusung rancangan a la garuk tanah. Dengan ground clearance tinggi di kelasnya, serta aksesories penunjang. Secara wujud pun udah merepresentasikan sifat tualang kental. Masih dapat dikembangkan. Hanya saja, basis susunan dan mesin X-Ride tak mungkin dapat menyaingi ADV150. Bekalan dapur pacunya cuma 125 cc bersama teknologi konvensional.

Pertanyaan berikutnya, style apa yang pantas dicemplungkan ke rancangan baru nanti? Tiada lain adalah Yamaha NMax atau Aerox. Seperti Honda saja. Mereka meracik ulang PCX untuk membuat ADV. Dan kecuali suatu pas benar terjadi, amunisi Yamaha ini punyai kekuatan tawar benar-benar tinggi. Sebab, secara spesifikasi lewat kemampuan sang tualang tunggal.

Tapi, tentang roda dan kaki-kaki selayaknya tersedia penyesuaian. Perlu tersedia fork style baru. Dengan jarak main lebih panjang, bagusnya ulang kecuali punyai diameter tabung besar. Pun belakangnya, wajib ditopang dua suspensi bertravel panjang. Dan kruisal pula, membekali ban bawaan tapak dual purpose. Serta stang lebar yang diekspos. Supaya kuat sifat adventure-nya.

Intinya, rumor Yamaha sedang menyiapkan X-Ride – atau mungkin bernama lain – untuk naik kelas menyaingi ADV150, benar-benar masuk akal. Platform mereka pantas untuk diaplikasikan ke style begini. Malah lebih dari cukup. Tinggal penyesuaian sedikit. Terutama tentang suspensi dan wujud. Tapi garis besarnya nyaris udah terpenuhi. Serta berpotensi punyai kekuatan tawar lebih tinggi.

All New Honda PCX 160 Resmi Dijual di Indonesia
Setelah ditunggu-tunggu, pada akhirnya datang. PT Astra Honda Motor (AHM) formal merilis All New PCX160 melalui siaran virtual, lengkap beserta varian hybrid. Agenda regenerasi menyentuh nyaris semua sektor, dari wujud sampai teknis. Sementara dipasarkan merasa Rp 30,35 juta untuk style CBS, Rp 33,95 juta untuk style ABS, serta Rp 43,55 juta untuk style e:HEV.

Ubahan paling menarik memang di sektor dapur pacu. Di balik bodi gemuknya terpasang mesin eSP+ berkubikasi 160 cc bersama empat katup. Teknologi baru diklaim punyai gesekan minim, serta eskalasi performa. Outputnya melonjak jadi 15,8 Hp di 8.500 rpm dan torsi terkerek ke 14,7 Nm terhadap 6.500 rpm. Sementara di varian e:HEV, ketambahan ulang tenaga listrik serta motor assist, selanjutnya riding mode yang dapat diatur. Yakni mode normal (D) dan sport (S).

Fitur anyar penunjang keamanan berkendara adalah Honda Selectable Torque Control (HSTC). Ketika dulu sekadar mengandalkan ABS, kini traksi ikut dikontrol melalui komputasi elektronik. Artinya proses dapat mengontrol putaran ban depan dan belakang tetap seirama, supaya tak kehilangan banyak grip. Dan kecuali butuh, proses dapat dimatikan. Namun baru tersedia di varian ABS dan e:HEV saja.

Secara rupa, garis besar sifat PCX lama masih dipertahankan. Hanya saja nyaris semua tepian bodi maupun style lampu, kini banyak menyudut. Bentuknya nampak makin lama proporsional, modern, terhitung ketambahan nuansa sporty. Tentunya, semua udah mengaplikasikan proses pencahayaan full LED.

Beranjak ke area kokpit, tercantum penampilan baru terhadap panel mtr. digital. Dimensinya melebar, serta punyai display baru. Semakin mudah dilihat, terhitung mengimbuhkan Info komplet. Data yang disediakan meliputi indikator baterai, perawatan v-belt, serta indikator HSTC dan sensor ABS tertentu dua seri termahal. Lubang pengisian di laci kiri pun kini berubah style jadi soket USB style A. Tak lupa, smart key dan answer back system hadir di tiap varian.

PCX terhitung ditambah bersama susunan rangka baru. Diklaim mengimbuhkan kenyamanan lebih dan mendukung urutan mesin baru. Atas itu kekuatan tampung bagasi jadi membesar ke 30 liter, untuk dua seri bermesin konvensional. Sementara yang Hybrid naik ke angka 24 liter. Plus, berdampak terhadap area kaki pengendara yang lebih panjang 3 cm dari sebelum. Ubahan terhadap frame terhitung disebut bertujuan menaikkan kapasitas tangki bensin jadi 8,1 liter.

Honda Forza 250 MY2021 Meluncur Tanpa Seremoni
Ternyata tak cuma PCX anyar yang dilepas oleh Astra Honda Motor (AHM). Skutik 250 cc Honda Forza mengalami sedikit revisi dan dipasarkan sebagai MY2021. Skutik gambot itu mendapat pembaruan di sektor dapur pacu dan tampilan. Utamanya tersedia transformasi anggota wajah. Bentuk fasad kini lebih lancip, ditambah lebih dari satu sudut tegas nan tajam. Lebih menonjolkan kesan agresif.

Kesan prestisius dari Honda Forza terhitung ditampilkan terhadap lekukan bodi yang makin lama tajam. Terlihat di lebih dari satu sisi, anggota depan maupun belakang. Meski diberi sentuhan baru, skutik premium ini tetap menghadirkan posisi duduk nyaman. Jok style bertingkatnya dapat memanjakan pengguna dan pembonceng.

Desain winker terakhir terhadap spion ikut memperkuat kesan eksklusif. Kalau style sebelumnya bersifat kotak panjang, kini wujudnya lancip. Kemudian electrical adjustable windscreen sebagai pengatur ketinggian windscreen diperbarui. Model terakhir punyai jarak penyesuaian lebih tinggi yakni sekitar 40 mm. Penyetelan peranti penahan angin secara elektrik ini boleh dibilang pertama di kelasnya. Fitur ini tentu berfungsi kala dipakai di di dalam kota serta touring jarak jauh.

Turun ke bawah, kesan sportif terhitung ditonjolkan. Desain cover muffler manfaatkan versi anyar, punyai tarikan garis yang lebih tajam. Jika diperhatikan lebih detail, komponen radiator terhitung sedikit lebih maju sejajar bersama tangki bahan bakar. Semua proses pencahayaan terhitung udah mengadopsi teknologi LED, baik di depan dan terhitung bokongnya. Honda Forza udah ditambah fitur ESS (Emergency Stop Signal) yang secara otomatis mengaktifkan lampu hazard pas jalankan pengereman mendadak. Dapat memberi peringatan ke pengendara di sekitarnya, khususnya yang berada di belakang.

Selain itu untuk mendukung mobilitas tinggi pengendaranya, style ini udah ditambah console box bersama USB Charger terhadap anggota depan. Jadi pengendara tak wajib kuatir kehabisan kekuatan gawai pas jalankan perjalanan jauh. Apalagi kini udah style USB, tinggal colok kabel charger bawaan smartphone tanpa wajib penambahan konektor. Posisinya dapat ditutup, jadi lebih aman.

Hadir bersama empat pilihan warna eksklusif yakni Pearl Horizon White, Indy Gray Metallic, Mat Gunpowder Black Metallic dan Candy Rosy Red. Saat ini Honda Forza 250 dipasarkan bersama harga Rp 83,810 juta On The Road (OTR) Jakarta.

Honda CBR600RR Mengaspal di Indonesia
Februari 2021 seperti dipesan oleh Astra Honda Motor (AHM) untuk melepaskan model-model anyar. Setelah PCX 160 dan Forza 250 MY2021, giliran sports bike CBR600RR diluncurkan. Model anyar kelas sedang yang masih segar jua di pasar global. Mengisi celah lini super sport big bike Honda di Tanah Air. Sepintas serupa bersama CBR1000RR-R Fireblade. Ia diberi harga Rp 550 juta OTR Jakarta.

Mengikuti tema fesyen CBR1000RR-R Fireblade, sang adik ikut dikemas di dalam nuansa Tricolor. Silang warna merah, biru, putih, membungkus muka baru CBR600RR. Selain menghargai tinggi kecirikhasan Honda di dalam dunia balap, komposisi begitu tepat diterapkan ke desain baru serba lancip itu. Kuat aura sporty.

Tatapan mata makin lama intimidatif. Sipit, seakan tegas menerkam apa-pun yang tersedia di depan. Karakter sporty makin lama kental. Belum ulang sudut-sudut bodi dan fairing makin lama lancip. Secara seiring nampak kekar.

Semua itu tak cuma berfokus tentang penampilan. Masing-masing digurat demi membuahkan angka koefisien drag lebih kecil terhadap angin. Aerodinamis bhs mudahnya. Maka dari itu winglet a la RC213V di ajang MotoGP pun mereka pasang. Supaya makin lama stabil kala diajak mengerem di tikungan. Ada pun di sedang lampu, sebuah lubang udara mengakses air intake fungsi memaksimalkan performa.

Posisi serta desain tangki terhitung berubah. Dibuat lebih rendah, lagi-lagi demi mengejar down force. Sehingga pas pengendara merunduk punyai area lebih leluasa. Sementara knalpotnya dikeluarkan melalui sedang supaya keluar minimalis.

Tak cuma penampilan memikat, performanya ikut didongkrak. Ada penyempurnaan dapur pacu DOHC 599 cc empat silinder. Desain camshaft, crankshaft, wujud inlet port, diubah. Diameter throttle bore terhitung diperbesar, selanjutnya mengoptimalisasi ukuran pipa knalpot. Begitu pula pas bukaan katup. Sehingga makin lama bertenaga.

Alhasil CBR punyai pencapaian kekuatan lebih cepat dari sebelum. Tenaga maksimal raih angka 119 Hp di 14.000 rpm, pas distribusi torsi raih 64 Nm terhadap 11.500 rpm. Ini lebih cepat 500 rpm. Berkat formulasi baru yang diberikan. Tentunya bekerja seiring proses throttle by wire nan presisi dan tajam.

Turut diperbantukan Inertial Measurement Unit (IMU) 5 axis dibuat oleh Bosch. Perangkat itu jadi benda wajib di motor-motor Honda besar. Demi mengoptimalisasi segala sensor bekerja baik. Misal, seperti pencegah wheelie dan stoppie. Sekaligus memaksimalisasi fungsi ABS kala menikung. Bekerja serupa bersama Honda Selectable Torque Control (HSTC) dan ECU, merawat ban belakang tidak selip kala berakselerasi. Sekaligus meminimalisasi wheelie.

Ada tiga mode berkendara yang dapat diatur secara cepat. Yakni Fast Riding, Fun Riding, serta Comfortable Riding. Pun kecuali mau, disediakan dua slot pengaturan sendiri sesuai sifat diinginkan. Respons tenaga dibagi di dalam lima level, HSTC 9 level lengkap beserta fitur pemati sistem, wheelie control 3 level dan fitur off, serta engine brake 3 level. Selain itu, Honda Electronic Steering Damper (HESD) jadi standar bawaan. Dapat sesuai ulang di dalam tiga opsi: Hard, Medium, Soft.

Perihal keamanan, peranti pengereman generasi lama mengalami peningkatan. Dua disc brake di depan makin lama besar, berdiameter 310 mm diapit kaliper empat pistin masing-masing. Sementara single disc brake belakang sebesar 220 mm dijepit kaliper piston tunggal. Lengkap bersama koneksi ABS di dua cakram.

Kaki-kaki ikut kebagian racikan anyar. Swing arm aluminium baru diklaim meringankan bobot total. Sekaligus memberi dampak rigid untuk mengejar handling dan manuver lebih baik. Tentunya, fork upside down Showa berjenis inverted serta monoshock Pro-link Gas-Chamber terhitung dapat sesuai tingkat kompresi serta rebound-nya.

Layar digital TFT makin lama besar dan menjanjikan visibilitas baik. Penerangan display dapat mengatur secara otomatis tergantung situasi cuaca. Dan tersedia dua mode penampilan di dalamnya, Street serta Circuit.

Opsi Tampilan Baru Honda CBR150R dan CBR250RR SP Quick Shifter
Masih dari Astra Honda Motor (AHM). Bersamaan bersama Honda CBR600RR, meluncur terhitung CBR150R dan CBR250RR anyar. Sebatas opsi kelir baru yang lebih segar. Seragam bersama kepunyaan CBR1000RR-R dan CBR600RR, lini bawah terhitung mendapat tema baru. Warna Tricolor yang jadi identitas kental pabrikan logo sayap burung kini diaplikasikan pula ke kelas mudah CBR150R dan CBR250RR.

Untuk CBR kelas 150 cc, dimasukkan ke varian ABS seharga Rp 40,6 juta OTR Jakarta. Sementara CBR seperempat liter tiga kelir dapat dinikmati terhadap seri SP Quick Shifter, senilai Rp 77,3 juta OTR Jakarta. Ya, cuma tersedia untuk varian atas dari tiap-tiap kelas. Menjadikan warna Tricolor makin lama eksklusif, meski terhadap kelas paling bawah sekalipun.

Sebagai informasi, ke dua motor ini udah banyak berubah. Jadi belum wajib penambahan selain dari opsi warna. Yang paling duluan adalah CBR250RR SP Quick Shifter. Ia bertransformasi tanpa mengganti wujud. Tapi jeroannya patut diacungi jempol. Sebab revisinya mendetail di teknis.

Bagian atas piston, atau disebut dom diubah. Agak dinaikkan. Karena itu kompresinya naik jadi 12:1, sebelumnya 11,5:1. Berbeda ulang di anggota bawah piston, dikurangi supaya mengurangi gesekan. Area bawah silinder terhitung dicoak, supaya pas langkahnya memompa tekanan terbuang ke samping dan makin lama bagus.

Komponen-komponen tadi baru yang utama. Di samping itu, pendukungnya ikut kena revisi. Mulai dari crankshaft, pin piston, serta per klep sesuai fungsi mengoptimalisasi kinerja piston baru. Bukan cuma area mesin dipugar. CBR250RR SP mengalami pembaruan proses bahan bakar, khususnya soal penyaring udara. Yang tadinya diposisikan rata, kini agak merunduk. Adapun lubang yang diperbesar demi memasukkan udara lebih banyak. Salah satu perihal yang tentu saja ikut direvisi, adalah ECU. Setingan-nya tidak serupa jauh bersama generasi sebelum.

Maka dari itu ekstraksi mesin 250 cc DOHC dua silinder segaris tereskalasi. Outputnya jadi 40,2 Hp keluar di 13.000 rpm, naik 2 Hp dari sebelumnya 38,2 Hp/12.500 rpm. Torsinya pun terdongkrak jadi 25 Nm terhadap 11.000 rpm, dengan sebutan lain meningkat 1,7 Nm. Translasi tenaga tadi diklaim membuat CBR dapat menuntaskan jarak 0-200 mtr. di dalam 8,65 detik. Sementara kecepatan puncak disebut menyentuh 172 kpj.

Transmisi manual enam percepatan lama memang masih dipertahankan. Platformnya kurang lebih serupa. Namun, sesuai yang mereka gaungkan, kini proses perpindahan gigi dibantu perangkat elektronik canggih ala motor balap. Boleh dibilang perihal ini membuatnya sukses menyandang standing sport fairing seperempat liter dua piston terlengkap. Sebab tak satupun rival dapat tawarkan assist dan slipper clutch, serta merta quick shifter bi directional.

Sementara CBR150R sebelumnya udah berubah banyak soal penampilan. Bukan teknis. Meski begitu, apa yang diberikan Honda memadai menarik. Mengingat kenaikan harganya tak seberapa dari generasi lama. Honda benar-benar mengganti wujudnya, tak ulang manfaatkan dua mata terpisah polos. Arah desain CBR250RR diaplikasikan penuh ke fasad CBR kecil. Malah nyaris membuatnya identik. Maksudnya, dual headlight itu tak didiamkan telanjang. Ada cover ulang yang membagi area DRL serta lampu utama. Seperti separator.

Sesungguhnya tidak tersedia pergantian mesin serupa sekali. Pun kecuali tersedia diklaim cuma bersifat pergantian jalur pembuangan serta perihal soal pasokan udara. Tapi, di di dalam transmisi terkandung teknologi baru. Yang lebih-lebih jarang diterapkan terhadap kompetitor sekelas. Girboks enam percepatan manual, tidak ulang bekerja sendirian. Cukup tak disangka, Honda membenamkan assist dan slipper clutch. Assist, secara langsung berdampak terhadap pengurangan beban lever clutch sebanyak 15 persen. Baik menggunakannya di di dalam kota, atau hendak menjajal sirkuit, pengendara dapat makin lama nyaman. Enteng.

Lantas slipper clutch, adalah komponen penting di style sport fairing. Fungsinya meminimalisir tanda-tanda selip gigi. Dan krusialnya lagi, kala downshift dari putaran tinggi, ban belakang dijauhkan dari risiko terkunci. Anda mungkin tahu betul, pas sedang agresif-agresifnya bermanuver, pas menurunkan gigi kerap berpotensi roda mengunci bukan? Dengan adanya ini, jauh lebih aman. Meski biasanya berkorelasi bersama berkurangnya dampak engine brake.

Royal Enfield Himalayan 2021, Warna dan Perangkat Baru
Royal Enfield pada akhirnya memperkenalkan Himalayan MY 2021 secara formal dan merasa dipasarkan di India. Dari pertambahan kelir, pemasangan aksesori, sampai tambahan fitur modern, semua udah diprediksi sebelumnya dari tangkapan spyshots.

Pertama kita melihat dari warna. Versi bocorannya membuktikan unit Himalayan bersama warna silver. Ternyata Royal Enfield pilih warna Pine Green sebagai jagoannya. Kelir ini berfinishing solid dan punyai corak tertentu di lebih dari satu titik. Seperti seragam kamuflase tentara. Ini jadi tidak benar satu variabel pembaruan versi 2021. Menemani kelir Mirage Silver dan Granite Black.

Himalayan nampak makin lama maskulin dikarenakan dipasang handguard serta tail rack memadai besar. Revisi ikut tersimak terhadap tulang pelindung di segi tangki. Besi yang melintang di pinggir itu dimensinya diperingkas. Jika tadinya punyai tepian kaku, kini pun agak dibuat diagonal. Dan mounting berubah dari sebelumnya dikaitkan ke rangka, sekarang dikunci ke tangki. Hal ini dilaksanakan demi memperluas area kaki pengendara berpostur tinggi. Lantaran di versi terdahulu kerap mengganggu.

Pelindung angin dengan sebutan lain windshield terhitung baru. Mereka memasangkan mika berukuran lebih tinggi, tapi bersama lebar sejajar diameter lampu. Tentunya untuk mengempas angin lebih optimal. Karena di generasi lama style windscreen agak benar-benar pendek. Sisanya, pergantian kecil di fender depan serta hiasan-hiasan semata.

Pembaruan perangkat yang wajib mendapat garis bawah adalah proses navigasi baru. Disebut Tripper Navigation oleh Royal Enfield. Tadinya kita kira alat dapat bergabung bersama kompas. Nyatanya ditambah ulang kluster baru – terpisah dari instrumen utama, bersifat bulatan kecil. Memang secara mekanisme bukan seperti proses perta canggih di ponsel pintar. Konsepnya adalah turn-by-turn navigation buatan Google. Sekadar menampilkan petunjuk arah bersifat panah.

Tapi paling tidak, perihal ini dapat benar-benar berfungsi. Mengingat statusnya sebagai motor petualang. Membuat pengendaranya makin lama praktis tanpa wajib menempelkan bracket gawai di dekat stang. Cukup terkoneksi ponsel dan visualnya langsung keluar. Namun, perangkat tidak dapat mentranslasikan telepon, sms, ataupun email. Dan sebagai informasi, proses serupa sama bersama milik Meteor 350, rilis lebih dari satu pas lalu.

Tidak keluar ubahan teknis. Kemungkinan besar mesin 411 cc SOHC silinder tunggal tetap dipertahankan. Persisnya, mengeluarkan output 24,3 Hp di 6.500 rpm dan torsi maksimal 32 Nm terhadap 4.500 rpm. Mesin injeksi ini punyai sifat long stroke yang kuat, dapat menyediakan momen puntir di putaran bawah sekalipun.

Royal Enfield Meteor 350 Sudah Bisa Dipesan di Indonesia
Mendebut tahun lantas di India, Royal Enfield Meteor 350 siap mengaspal di Indonesia. Belum formal diluncurkan. Namun udah terbuka jalur pemesanan. Tepatnya melalui platform e-commerce, bersama ongkos dimuka Rp 5 juta. Harganya sendiri belum ada, diprediksi tak sampai Rp 100 juta.

Meteor merupakan wujud interpretasi baru Royal Enfield terhadap segmen cruiser 350 cc. Secara penampilan mengusung gabungan rancangan klasik bersama sentuhan sporty. Tidak semuanya lawas seperti yang sudah-sudah. Dan sesuai bentuk, perlengkapan mengatur kebutuhan pengendara jaman kini.

Paling jadi terobosan tersedia di area kokpit. Disediakan satu kluster tambahan tertentu menampilkan navigasi. Cara kerjanya kurang lebih serupa bersama kendaraan terhadap umumnya. Perlu konektivitas dari gawai, kemudian mengakses Google Maps.

Namun terjemahan visual bukan utuh seperti peta digital. Melainkan memakai rancangan pictogram, atau jamak disebut turn-by-turn navigation. Maksudnya menghidupkan panah tiap wajib berubah arah. Tentunya ini berfungsi secara real time. Tak wajib sibuk ulang memasang tambahan perangkat kala jalan.

Tidak cuma itu, instrumen satunya beda dari Royal Enfield lain. Ketika biasanya manfaatkan style full analog, sekarang digabungkan layar bulat digital. Tepiannya tetap membuktikan kecepatan laju bersama jarum, tapi tengahnya mengumumkan data lengkap. Seputar bensin, waktu, odometer, serta lainnya.

Perihal pencahayaan pula begitu. Agak keluar dari rancangan lawas yang terkesan puritan di line up lain. Ia memakai lampu halogen berpadu LED untuk menciptakan pedaran sinar lebih baik. Sama halnya di belakang, udah manfaatkan full dioda. Lantas urusan deselerasi, dua disc brake udah dipasangkan sensor ABS dua kanal. Komplet.

Amunisi dapur pacu memadai mendukung untuk cruiser sport entry level. Tetap bertahan bersama susunan silinder tunggal, berkubikasi 349 cc. Tentunya punyai style lon stroke, supaya melontar kekuatan di putaran memadai rendah. Terbukti, torsi 27 Nm diklaim keluar merasa 4.000 rpm mengacu catatan pabrik. Sementara tenaga maksimal dapat raih 20,4 Hp.

Tak terlalu berlebih memang, tapi cukup. Sesuai konsepnya mencukupi kebutuhan costumer kelas pemula. Selain jinak, konstruksi dan dimensi memadai ringkas. Agar mudah dikendalikan. Di pas seiring aksesories menempel tetap mengesankan motor besar. Seperti manfaatkan tangki tear drop berkapasitas 15 liter, sampai jok yang punyai sandaran a la cruiser tulen di segi penumpang.

Belum tersedia Info soal harga pasti. Royal Enfield Indonesia sekadar menegaskan nilainya di bawah Rp 100 juta belum kena pajak, diumumkan minggu ke dua Maret nanti. Yang tentu juga, ia disediakan di dalam tiga varian: Fireball, Stellar, Supernova.

Harley-Davidson Pan America Akhirnya Resmi Dirilis
Kabar timbulnya motor tualang Harley Davidson Pan America udah beredar memadai lama. Begitu terhitung bersama wujudnya, udah tak asing pas pada akhirnya formal dirilis. Setidaknya tersedia sedikit kejutan di anggota mesinnya. Menggendong jantung mekanis Revolution Max V-twin yang dapat membuahkan tenaga 150 Hp.

Pan America merupakan rancangan lima tahun ‘More Roads to Harley-Davidson’ yang sedang dilaksanakan perusahaan. Unit ini terhitung lompatan besar bagi pabrikan asal Milwaukee. Menghilangkan kesan tradisional dan melepaskan para insinyurnya berkreasi sesuai pertumbuhan zaman. Kemajuan di dalam perihal kecanggihan terhitung udah dikembangkan selama bertahun-tahun.

Inti dari Pan America yakni mesin Revolution Max 1.250 cc, liquid-cooled, 60-derajat V-twin. Meski tetap mengusung jenis khas HD, jantung mekanisnya lebih segar dan modern. Bedanya sekarang udah mengandalkan pendingin cairan. Enjin generasi baru ini rencananya jadi basis utama untuk model-model mendatang. Ada Info kuat kecuali Sportster di Eropa terhitung dapat mengusung mesin yang sama.

Revolution Max Harley ini tercatat dapat membuahkan tenaga 150 Hp. Torsi puncak raih 127 Nm terhadap 9.500 rpm. Hasil itu tidak saja membuat Pan America enak untuk dikendarai, tapi terhitung dapat terdengar luar biasa pas berteriak di jalur raya. Penggunaan variable valve timing (VVT) terhitung merupakan terobosan baru bagi Harley.

Teknologi VVT yang tersedia padanya adalah suatu hal yang mengejutkan. Meski tidak secanggih proses ShiftCam BMW. Seperti mesin Italia, Revolution Max punyai fitur cam phaser terhadap tiap-tiap dari empat camshafts, yang terlalu mungkin poros diputar sehubungan bersama sprocketnya untuk memajukan atau memperlambat waktu.

Bubungannya digerakkan bersama rantai, jadi tidak tersedia sabuk yang wajib diganti. Kekhawatiran servis terhitung condong diringankan bersama dimasukkannya tapet hidrolik. Tujuannya untuk membuat penyesuaian jarak katup jadi lebih modern.

Busi kembar per silinder terhitung menjanjikan pembakaran yang lebih baik di lebar lubang 105 mm tiap tiap silinder. Keseimbangan mesin pun ditingkatkan bersama poros penyeimbang utama di bak mesin dan penyeimbang sekunder di kepala silinder depan, di antara poros bubungan. Drive lewat kopling ke gearboks manual enam kecepatan.

Tak cuma Revolution Max yang jadi perbincangan, susunan rangkanya terhitung manfaatkan style termutakhir. Mesin digunakan sebagai anggota dari sasis. Ada anggota rangka yang dibaut ke anggota belakang mesin, menggabungkan poros swingarm dan subframe. Dan peyangga depan dibaut ke kepala silinder dan mengarah ke kepala kemudi. Konsep seperti ini serupa bersama yang tersedia di Ducati Panigale V4.

Semua susunan rangka teralis manfaatkan material baja HSLA yang dilas MIG. Sasis tengah, swingarm dan tangki berbahan alumunium. Sementara penutup mesin dari magnesium, yang cuma dua pertiga dari berat aluminium. Keuntungan style ini yakni mengurangi bobot dan menaikkan kekakuan rangka secara keseluruhan. Beratnya diklaim raih 228 Kg.

Harley pun pilih keluar dari zona nyamannya di sektor suspensi. Pan America manfaatkan suspensi upside down berdiameter 47 mm dari Showa. Unit belakang piggyback BFRC, mengontrol swingarm melalui linkage progresif. Buat opsi Spesial mendapat proses Adaptive Ride Height yang dapat sesuai secara elektronik.

Fungsinya untuk mengakomodasi jarak main suspensi depan. Ini penting, dikarenakan sepeda motor tualang biasanya tinggi, dan sedikit sulit pas diajak menikung. Apalagi rider bertubuh kecil, sulit untuk menginjakkan kaki di tanah pas berhenti, tapi teknologi Harley memecahkan masalah itu.

Sistem on-board mendeteksi pas motor direm sampai berhenti bersama mulus, supaya mengurangi ketinggian pengendaraan sebanyak 1 sampai 2 inci, tergantung terhadap pengaturan. Begitu merasa bergerak lagi, ia terangkat ulang ke ketinggian pengendaraan yang optimal, tanpa wajib jalankan apa pun. Sistem ini dapat dikunci oleh pengendara. Harley mengklaim sebagai perusahaan sepeda motor pertama yang tawarkan fitur seperti ini.

Selain punyai suspensi pintar, Pan America terhitung punyai fitur canggih lainnya. Semua kenyamanan yang diinginkan pengendara sepeda motor moderen udah tersedia padanya. Hadir lima mode berkendara (Rain, Road, Sport, Off-Road dan custom Off-Road Plus), cruise control, konektivitas telepon, hill hold, ABS, pemeriksaan traksi, navigasi, dan IMU biasa.

Dasbor manfaatkan unit TFT 6,8 inci bersama fitur touch screen. Dudukan dapat dimiringkan, untuk mengakomodasi posisi berdiri atau duduk. Dikombinasikan bersama kaca anti-reflektif untuk layar, membuatnya mudah dibaca di dalam pencahayaan apapun. Sayangnya terhadap Pan America tidak ditemukan teknologi yang dapat integrasi Apple CarPlay atau Android Auto. Insinyur Harley tidak mendambakan share layar bersama pengaturan mirroring semacam itu, jadi mereka pilih untuk menangani semua integrasi tempat dan navigasi bersama Bluetooth dan aplikasi. Pencahayaan full LED bersama lampu depan adaptif.

Rodanya manfaatkan pelek ruji alumunium berukuran 19 depan dan 17 belakang. Dibungkus bersama ban Michelin Scorcher Adventure Radial. Ukurannyan 120/70 dan 170/60. Penghenti laju percayakan peranti dari Brembo. Cakram ganda di depan berdiameter 320 mm bersama kaliper monoblock radial. Belakang 28 mm bersama Kaliper piston tunggal. Dibekali proses pengereman ABS Dual channel.

Pabrikan terhitung tawarkan aksesories formal untuk Pan America. Ini mencakup bar riser, lebih dari satu set panniers, pelindung lampu depan, knalpot performa, intake aliran tinggi dan banyak lagi. Harley terhitung bergabung bersama REV’IT! untuk menjual berbagai perlengkapan berkendara. Termasuk jaket, celana panjang, sarung tangan, penjepit helm dan sepatu bot untuk pria dan wanita.

Kunjungi Juga : Berita Otomotif Terkini

Di kelas yang sama, kehadiran Pan America membuat peta persaingan motor tualang makin lama menarik. Sebelumnya udah diisi oleh Honda Africe Twin 1100L, BMW R1250 GS, Ducati Multistrada V4, Triumph Tiger 1200 dan KTM 1290 Super Adventure. Motor laki asal Amerika ini berada tepat di tengah-tengah kompetitor di dalam perihal power.

Harley menjual $ 17.319 (Rp 244 jutaan) untuk style standar dan $ 19.999 (Rp 282 jutaan) membuat versi Special. Sebagai perbandingan, basis BMW R1250 GS merasa dari $ 17.995 dan GS Adventure $ 20.345. KTM 1290 Super Adventure $ 18.599, Triumph Tiger 1200 $ 16.500. Multistrada standar $ 19.995 dan style S $ 24.095.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *